Rano Karno Senang Mengkoleksi Mobil Tua

Rano Karno
04 May 2007
Rano_Karno_Black_And_White_67_thumb.jpgBagi Rano Karno, mengoleksi mobil tua bukan sekadar hobi. ‎Tapi bisa juga mendatangkan inspirasi. "Karena pasti akan ‎ada kepentingan dengan beberapa cerita yang saya ‎persiapkan. Mau tidak mau dari situ cerita bisa juga ‎berkembang," ujar pria kelahiran Jakarta, 8 Oktober 1960 ‎ini.‎

Mengoleksi mobil tua sebetulnya impian Rano sejak dulu. ‎‎"Waktu tahun 1976 saya pernah nonton film ‘Italian Job’. Di ‎situ saya lihat mobil merek Mini Coper. Wah, kapan ya, saya ‎punya mobil kayak gitu," ucap Rano. Bila baru sekarang ia ‎bisa mewujudkannya, dikarenakan baru sekaranglah ia punya ‎kesempatan. "Dulu mungkin saya belum mampu. Sekarang ini ‎alhamdulillah, rezekinya ada. Selain itu, waktunya tidak ‎terlalu sibuk," kata peraih Citra pada FFI 1990 lewat film ‎‎‘Taksi’ ini.
Memang kini setelah sinetron ‘Si Doel’ telah ‎habis masa tayangnya, ia lebih banyak meluangkan waktu ‎kosongnya bersama mobil-mobil tua.‎

Koleksi pertamanya adalah oplet keluaran tahun 1948 yang ia ‎pakai untuk syuting sinetron ‘Si Doel’. Waktu oplet ‎tersebut dibelinya sekitar tahun 1993, kondisinya cukup ‎lumayan. "Kekuatan mesinnya agak besaran dikit. Karena di ‎atas oplet juga ditaruh kamera," jelas Rano. ‎

Setelah itu, koleksi mobil tuanya bertambah. "Saya beli ‎mobil tua  merek Plamot keluaran 1950 dan Chevrolet ‎keluaran 1948. Masih berupa bangkai. Bayangin aja, waktu ‎saya beli Plamot, itu mobil jadi kandang ayam. Coba, siapa ‎yang mau beli kandang ayam seharga Rp 3,5 juta," kata ‎pemain film ‘Tom & Jerry’, ‘Musim Bercinta’, ‘Gita Cinta ‎dari SMA’, ‘Romi & Yuli’, ‘Wajah Tiga Perempuan’, dan ‘Suci ‎Sang Primadona’ ini. ‎

Untuk memperoleh mobil tua itu, disamping mencari sendiri ‎terkadang ia peroleh dari teman-temannya. "Kebanyakan sih, ‎menghubungi saya langsung atau tiba-tiba kirim fotonya. ‎Mungkin mereka tahu saya suka mengumpulkan mobil tua dari ‎koran atau tabloid," ujar Rano.‎

‎"Kayak Chevrolet keluaran tahun 1929 yang saya dapat dari ‎Bangka. Itu kan yang menghubungi mereka langsung," ujar ‎dari 2 anak ini.‎

Ada pengalaman unik sewaktu Rano umrah ke Mekkah tahun ‎‎1997. "Waktu pulang orang-orang heran, kok saya bawa pelek ‎dan ban. Itu saya beli di Arab untuk mobil Plamot. Soalnya ‎di sini enggak ada," jelas Rano. ‎
‎  ‎
Rano juga punya bengkel sendiri. Di samping itu, ia ‎merancang sendiri mobil-mobilnya. "Karena saya berpikir ‎mobil ini nantinya bakal dipakai untuk sinetron-sinetron ‎saya berikutnya," papar putra aktor Soekarno M. Noer (alm.) ‎ini.‎

Tak sedikit juga dari teman-temannya yang mempercayakan ‎renovasi mobil tuanya ke Rano. "Kayak Purwacaraka. Ia ingin ‎mobil tuanya itu diperbaiki sama saya. Saya sih, oke aja," ‎urainya.‎

Yang membuatnya senang lagi karena impiannya memiliki mobil ‎Mercy kentang dan Mini Coper keluaran tahun 1976 yang ia ‎lihat di film sudah dimilikinya. " Padahal harganya Rp 30 ‎juta," jelas Rano.  ‎

Lantas, berapa biaya yang ia keluarkan? "Mengenai harga, ‎nah susah. Dibilang murah, jangan dipikir murah. Yang ‎paling mahal seperti ban, pelek, dan AC. Tapi kan kita bisa ‎bikin standar. Misalnya, satu mobil kita targetkan habisnya ‎Rp 50 juta, enggak lebih," ujar Rano.‎

Bagi Rano, mengendarai mobil tua juga mempunyai kebanggaan ‎tersendiri. "Memang lain, lho. Dibanding misalnya kita naik ‎Mercy. Kalau kita naik mobil tua, pasti akan dilihat. Ini ‎pernah saya alami waktu saya ke supermarket naik mobil ‎Vargo keluaran tahun 1952. Enggak tahunya ada yang ngejar ‎saya pakai Mercy. Dia bilang, jangan sampai saya jual. ‎Kalau mau dijual, lebih baik tukar sama Mercy dia. Saya ‎jawab, 'Enggak, Pak, mobil ini enggak akan saya jual," kata ‎Rano sambil tertawa. ‎

Berarti pernah ditawar, dong? "Bukannya pernah lagi. Malah ‎beberapa kali pernah ditawar dan ditukar dengan mobil lain ‎yang mungkin harganya lebih mahal," ujarnya yang baru saja ‎menambah koleksinya berupa mobil Viat kantong.‎
 
Popular Artist
 
 
Hottest Artist
 
Latest Updated
 
Video
  • Numata - Numata "Raja Jatuh Cinta" by Sony BMG Indonesia
  • Sandra Dewi - Sandra Dewi on SCTV
  • Maia Ahmad - Maia Ahmad "Ingat Kamu" with "Maia and Friends" by Sony BMG Indonesia
  • Delon - Delon "Indah Pada Waktunya" featuring Irene 'Rejoice' by Sony BMG Indonesia
  • Titiek Puspa - Titiek Puspa "Si Hitam" featuring Pinkan Mambo by Sony BMG Indonesia