Denada kecil mempunyai cita-cita yang tak biasa bagi anak-anak seumurnya. Maklumlah, ia memang sempat bercita-cita untuk menjadi mafia atau seorang tentara. Tidak seperti bocah perempuan lainnya, pemilik nama lengkap Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan ini justru lebih enjoy bermain senjata-senjataan.
Namun, biarpun begitu, ia ternyata fasih melenggak-lenggok di atas panggung catwalk. Saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar, wanita yang tidak doyan ikan tawar ini pernah memenangkan lomba busana daerah berkat baju adat Madura yang ia kenakan.
Layaknya anak kecil lainnya, Dena, begitu ia biasa disapa, memang sering berubah pikiran soal akan menjadi apa kelak. Namun, saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, ia mulai mantap memilih untuk berkarir di jalur musik. “Soalnya waktu itu memamng lagi heboh Tenda Mangkal Prambors,” jelas Denada kepada Tim Lens Jak TV yang menemuinya seusai menyanyi di TPI, Sabtu (20/01) lalu.
Awalnya, wanita yang sempat belajar menari Jaipong dengan Camelia Malik ini memang akan diarahkan sang mama dan guru menarinya itu untuk menjadi penyanyi dangdut. Namun, kala itu, Dena lebih memilih untuk menyanyi rap. “Waktu itu, aku ngajak mama ke tempat lomba tanpa aku kasih tahu mau dibawa ke mana. Di sana, mama ngeliat aku nyanyi rap sama teman-teman aku yang jadi penari latar. Kebetulan aku jadi juara II. Terus habis itu, mama ngijinin aku. Kata mama, OK, kamu boleh terjun ke dunia nyanyi, tapi ini konsekuensinya,” papar Dena.
Oleh sang mama, penyuka warna pink dan hitam ini kemudian diperkenalkan pada Chris Pattikawa. Banyak sekali ilmu panggung yang diperoleh Denada dari penggagas kelompok vokal AB Three ini. Mulai dari ilmu panggung sebagai seorang penyanyi, entertainer serta presenter. Ia kemudian memberanikan diri untuk ikut ajang ‘Asia Bagus’ tahun 1992 silam di Singapura. Di luar dugaan, wanita berdarah Batak-Madura ini berhasil menjadi pemenang pertama dan meraih nilai yang hampir sempurna, yakni 99 dari total nilai 100.
Beberapa tahun berselang, tepatnya tahun 1996 silam, kolektor korek api ini menelurkan album perdananya, ‘Ku Jelang Hari’ dengan mengandalkan hits ‘Sambutlah’. Single tersebut sempat menjadi pembicaraan. Maklumlah, lagu itu mengusung jenis musik rap yang masih asing di telinga para pecinta musik Tanah Air. Jadilah julukan ‘Lady Rapper’ sempat melekat dalam diri sulung dari empat bersaudara ini.
Melalui lagu itu juga, nama pemeran Melati dalam program komedi ‘Hari-Hari Mau’ ini mulai diperhitungkan di kancah musik Tanah Air. Hingga saat ini, Denada telah mengeluarkan 4 buah album. Namun anehnya, Dena justru mengusung aliran musik dangdut dalam album terakhirnya.
Belakangan, Denada memang menggeluti aliran musik tersebut. Semuanya berawal pendukung sinetron ‘Nyari Bini’ ini mendapat tawaran menyanyi dangdut oleh salah satu stasiun televisi swasta beberapa tahun silam. Sejak itu, ia mulai sering mendapat order untuk bernyanyi dangdut di berbagai kesempatan. Meskipun kini telah sering melakukan show dangdut, namun putri sulung pasangan Alm. Ir. Rio Tambunan dan Emilia Contessa ini menolak disebut sebagai penyanyi dangdut. Ia lebih senang dikenal sebagai penyanyi rap yang bisa menyanyi dangdut. Rosa Hilda/ Foto oleh Ibnu/ Tabloid Cek & Ricek
Sinemografi :- Jumirah ke Hollywood
- Nyari Bini
- Badai Pasti Berlalu
- Hari-Hari Mau
- Rahasia Ilahi
- FTV Aku Cinta Kamu
- Cahaya Surga
Filmografi :Presenter :- Madam KO Gelar Sabuk Emas (RCTI)
- RCTI Sport
- Digoyang
Iklan :- Hemaviton
- Coca Cola
- Bodrex
- Honey Soft
- Casio G Sock
- Marimas
Diskografi :- Ku Jelang Hari
- Jam Satu Lewat
- Persembahan
- Mak…E…
- Album Lagu-Lagu Batak
Prestasi :- Penyanyi Rap MTV Asean (1999)
- Juara I Grand Champion Asia Bagus 1992
- MTV Asia Viewers Choice Award Winner (1995)