Kecintaan El Manik terhadap seni peran, membuatnya nekat merantau ke Jakarta . Usaha keras disertai ketekunan, ketabahan dan kesungguhan niat, menghantarkannya menuju keberhasilan. Peran figuran dalam film "Mereka Kembali" (1972) boleh dicatat sebagai awal karirnya.
Keingintahuannya yang tinggi pada segala hal, sempat mengantarkan El Manik dalam dunia jurnalistik di berbagai media. Diantaranya, Aktuil (1978-1982), Variasi (1982-1984), harian Pelita (1985-1986), serta Vista (1988), namun, dunia seni peran rupanya menjadi muara profesinya.
Pendidikan:- Kino Workshop Sinematografi
- Acting Course
- Workshop Analisa Skenario
Prestasi :- Piala Citra FFI 1979 sebagai Aktor Pembantu Terbaik dalam film "November 1828"
- Piala Citra FFI 1984 sebagai Aktor Terbaik dalam film "Budak Nafsu"
- Piala Citra FFI 1985 sebagai Aktor Pembantu Terbaik dalam film "Carok"
- Aktor Terpuji di Festival Film Bandung 2001 di sinetron "Senandung"
Nominasi:- "Gara-gara Istri MUda" Aktor Pembantu Terbaik FFI 1980
- "Dr. Siti Pertiwi Kembali ke Desa" Aktor Pembantu Terbaik FFI 1981
- "Titian Serambut DIbelah Tujuh" Aktor Utama Terbaik FFI 1983
- "Jaka Sembung dan Bajing Ireng" Aktor Pembantu Terbaik FFI 1984
- "Biarkan Bulan Itu" Aktor Utama
- "Tujuh Manusia Harimau" Aktor Pembantu Terbaik FFI 1987
Sutradara Sinetron:- Pacar Dunia Akhirat (1996)
- Panggung Sandwara (1998)
- Shakila (forthcoming)
Sinetronografi :- Pakaian dan Kepalsuan
- Abad 21
- Warisan
- Dua Pilar
- Terpesona
- Senandung