Ia kerap dijuluki Bob Dyland versi Indonesia , lirik lagu-lagunya  yang sarat dengan kritik sosial. Album Oemar Bakrie yang mel edak diawal 1980-an milik penyanyi bernama langkap Virgiawan Listianto ini turu mewarnai belantika musik Indonesia .
Kiprahnya di bidang musik jauh berbeda dari cita-cita masa kecilnya. Iwan kecil sangat terobsesi oleh ayahnya yang seorang tentara. Untuk mewujudkan impiannya ia menekuni olahraga beladiri, silat, karate, kung fu, juga jenis olahraga yang lain, seperti sepakbola, basket, dan volly. Â Namun, dunia tarik suara ternyata lebih memikat hatinya. Maka ia memutuskan untuk memilih jalur tarik suara dengan nama Iwan Fals. Nama belakang yang unik ini menjadi predikat lantaran suaranya yang ia anggap fals.
Karir bermusik ia tekuni dari bawah, Â mengamen dijalanan hingga akhirnya menjadi musisi ternama, menjadikan ia dapat berkawan dengan segala lapisan. Perkawanannya dengan seniman dan pengusaha pernah melahirka n album Kantata Taqwa, Swami, dan Dalbo.
Pada bulan April 2002 silam, Iwan Fals dinobatkan sebagai salah seorang Asia`s Greatest Living Heroes atau Pahlawan Terbesar Asia oleh majalah bergengsi Time.
Pendidikan:- SMP 5 Bandung
- SMAK BPK Bandung
- STP (Sekolah Tinggi Publisistik, sekarang IISIP),
- Institut Kesenian Jakarta (IKJ)
Diskografi Solo:- Serenade Kembang Pete
- Frustrasi
- Sarjana Muda (1978)
- Opini (1982)
- Wakil Rakyat (1982)
- Sumbang (1983)
- Barang Antik (1984)
- Sugali (1984)
- Sore Tugu Pancoran (1985)
- Tampomas (1986)
- Nenekku Okem (1986)
- Ethiopia (1986)
- Aku Sayang Kamu (1986)
- Lancar (1987)
- 1910 (1988)
- Antara Aku dan Bekas Pacarmu (1989)
- Mata Dewa (1989)
- Cikal (1991)
- Belum Ada Jdul (1992)
- Hijau (1993)
- Mata Hati (1994)
- Anak Wayang (1994)
- Orang Gila (1995)
- Lagu Pemanjat (1996)
- Best of The Best (2000)
- Suara Hati (2002)
- 50:50 (2007)
Diskografi Kelompok:
- KPJ (Kelompok Pemusik Jalanan)
- Swami I (Bento, Bongkar)
- Swami II (Hio, Nyanyian Jiwa)
- Dalbo
- Kantata Takwa
- Kantata Samsara